Clock

Kamis, 08 September 2011

HAL YANG PERLU DIKETAHUI MENGENAI OBAT


Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak terlepas dari penggunaan obat,  bahkan di rumah –rumah tersedia stok obat / kotak obat untuk persediaan apabila kita  sewaktu-waktu membutuhkannya, baik untuk preventif maupun kuratif.  untuk itu perlu anda ketahui hal-hal apa saja yang berkaitan dengan obat. Obat adalah zat / bahan atau paduan Bahan yang digunakan untuk  mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan, mengurangi gejala penyakit, memulihkan kesehatan dan untuk memperbaiki atau memperelok tubuh.
Obat-obatan yang diperdagangkan dapat dibagi dalam beberapa kelompok, yaitu  :
*      Obat generik adalah obat dengan nama resmi yang telah ditetapkan          untuk zat berkhasiat yang dikandungnya (generik)
*      Obat paten adalah obat dengan nama tertentu.Hak paten obat dimiliki       oleh produsennya.Dibutuhkan biaya besar untuk promosi obat    tersebut.Harga obat paten lebih mahal daripada obat generik.
Informasi pada kemasan , etiket atau brosur
Pada setiap obat bebas/bebas terbatas selalu dicantumkan nama obat, komposisi obat, informasi mengenai cara kerja obat, indikasi, aturan pakai, peringatan perhatian, nama produsen, nomor batch/lot. Disamping itu ,sebagai tanda ijin edar yang absah pada setiap obat dicantumkan nomor registrasi.
Berikut tanda yang sering terdapat pada kemasan obat.
OBAT KERAS   dengan tanda Lingkaran Merah K
*      Pembeliannya harus dengan resep dokter
*      Hanya bisa dibeli di apotik
OBAT BEBAS TERBATAS    dengan tanda Lingkaran Biru
*      Pembeliannya tanpa resep dokter
*      Bisa dibeli di apotik dan Toko Obat berijin
OBAT BEBAS  dengan tanda Lingkaran Hijau
*      Pembeliannya tanpa resep dokter
*      Bisa dibeli di Apotik dan Toko Berijin
*      Apabila anda akan mengkonsumsi obat sebaiknya baca dahulu aturan pakai  yang tercantum pada etiket, brosur / bungkus obat.
TANDA PERINGATAN PADA OBAT BEBAS TERBATAS
P. NO.1        Awas ! Obat Keras   Bacalah aturan memakainya
P. NO. 2       Awas ! Obat Keras  Hanya untuk kumur, jangan ditelan
P. NO. 3       Awas ! Obat Keras  Hanya untuk bagian luar dari badan
P. NO. 4       Awas ! Obat Keras  Hanya untuk dibakar
P. NO. 5       Awas ! Obat Keras  Tidak boleh ditelan
P. NO. 6       Awas ! Obat Keras  obat wasie,jangan ditelan
Bagaimana menyimpan obat yang benar ?
  • Jauhkan dari  jangkauan anak .
  • Simpan obat dalam kemasan aslinya dan dalam wadah tertutup rapat.
  • Jangan simpan pada tempat yang lembab , panas dan  kena sinar matahari langsung
  • Suhu penyimpanan diperhatikan  apakah penyimpanan obat diperlukan pada suhu dingin , suhu sejuk , suhu kamar .
  • Obat dalam bentuk cair jangan disimpan dalam lemari pendingin kecuali disebutkan pada etiket atau kemasan obat.
  • Hindarkan agar obat dalam bentuk cair menjadi beku .
  • Jangan tinggalkan obat  anda di dalam mobil dalam jangka waktu yang lama, karena perubahan suhu dapat merusak obat.
BAGAIMANA CARA PEMAKAIAN SEDIAAN OBAT YANG BENAR  ?
A. OBAT TETES MATA
Cara Pemakaian
1.    Cuci tangan, jangan menyentuh ujung pipet .
2.    Mata dibuka lebar, kepala didongakkan, pandangan mata diarahkan ke atas.
3.    Pelupuk mata bawah ditarik sampai membentuk ”parit” .
4.    Pipet didekatkan dan teteskan obat sebanyak yang dianjurkan  pada parit tsb.
5.    Mata dibiarkan terbuka beberapa saat, tutup pelahan dan dikejap perlahan, jangan terlalu kuat .
6.    Bila ada dua macam tetes mata, selisih penetesan 5 menit .
7.    Larutan yang merembes keluar bersihkan dengan kasa steril tisu .
8.    Bayi/anak kecil, tidak perlu membuka mata.Teteskan pada sudut mata ( batas    antara mata dan kidung )
B. OBAT SALEP MATA
Cara Pemakaian
1.    Cuci tangan dan jangan menyentuh ujung   tube
2.    Tengadahkan kepala sedikit .
3.    Pegang tube dengan satu tangan dan tarik kelopak  mata bawah ke bawah dengan tangan yang lain untuk membentuk cekungan.
4.    Dekatkan tub sedekat mungkin ke cekungan.
5.    Bubuhkan salep sejumlah yang dianjurkan.
6.    Pejamkan mata selama 2 menit.
7.    Seka sisa salep dengan kertas tisu.
8.    Bersihkan ujung tube dengan tisu lain.
C. OBAT TETES HIDUNG
Cara Pemakaian
1.    Bersihkan hidung
2.    Duduk dan dongakkan kepala kebelakang atau   berbaring dengan bantal  di bawah bahu, usahakanlah agar kepala tetap lurus.
3.    Pipet dimasukkan 1 cm ke dalam lubang hidung.
4.    Teteskan obat sejumlah yang dianjurkan .
5.    Kepala ditarik ke depan menekuk sampai berada diantara lutut .
6.    Setelah beberapa detik baru berdiri dan obat akan  mengalir ke pharynx.
7.    Ulangi langkah –langkah ini untuk lubang hidung sebelahnya, jika perlu.
8.    Bersihkan alat penetes dengan air matang.
D. OBAT TETES TELINGA
Cara Pemakaian
1.    Bagian dalam telinga dibersihkan
2.    Obat tetes telinga bila perlu dihangatkan dengan menggenggam beberapa saat.
3.    Tarik telinga untuk melebarkan lubang  telinga, kepala miring sehingga telinga     yang akan ditetesi berada di atas         .
4.    Teteskan, pastikan sudah masuk dan biarkan beberapa menit / 5 menit, sebelum beralih ketelinga yang lain.
E. OBAT SUPPOSITORIA
Cara pemakaian
  1. Cucilah Tangan.
  2. Buka kemasan obat ( kecuali bila terlalu lunak )
  3. Jika suppositoria terlalu lunak , keraskan dahulu dengan cara mendinginkannya ( simpan dilemari es atau aliri air kran dingin,berikut kemasannya), baru kemudian buka kemasannya.
  4. Hilangkan bagian2 pinggir yang mungkin tajam dengan menghangatkannya dalam genggaman.
  5. Basahi obat dengan air.
  6. Berbaringlah miring pada satu sisi dan tekuk lutut.
  7. Secara perlahan2 masukkan suppositoria , dengan ujung yang membulat terlebih dulu sampai seluruh obat masuk.
  8. Tetaplah brbaring selama beberapa menit.
  9. Cucilah tangan.
  10. Usahakan agar tidak buang air besar selama 1 jam setelah pemberian obat.
F.  AEROSOL
Cara pemakaian :
  1. Batukkan dahak sebanyak mungkin.
  2. Kocok botol aerosol sebelum digunakan.
  3. Pegang botol aerosol  seperti yang tercantum pada petunjuk ( biasanya  dalam posisi terbalik)
  4. Katupkan bibir rapat-rapat pada mulut aerosol.
  5. Tengadahkan kepala sedikit.
  6. Buang napas perlahan-lahan , hembuskan udara paru-paru sebanyak mungkin.
  7. Tarik napas dalam-dalam dan tekan aerosol, usahakan agar lidah tetap  dibawah.
  8. Tahan napas selama 10 -15 detik.
  9. Hembuskan napas melalui hidung.
  10. Bersihkan mulut aerosol dengan air hangat.
G. TABLET VAGINA DENGAN APLIKATOR
Cara pemakaian :
  1. Cucilah tangan.
  2. Buka pembungkus tablet .
  3. Letakkan tablet diujung aplikator yang terbuka.
  4. Berbaringlah terlentang , tekuk lutut sedikit dan mengangkanglah.
  5. Perlahan-lahan masukkan aplikator ke dalam vagina sejauh mungkin tablet di bagian depan . Jangan mendorongnya dengan paksa.
  6. Tekan alat pendorong sehingga tablet  terlepas.
  7. Keluarkan  aplikator.
  8. Buang aplikator  ( untuk kemasan sekali pakai ).
  9. Bersihkan dengan cermat kedua bagian aplikator dengan sabun dan air matang yang hangat-hangat kuku( jika kemasan bukan sekali pakai)
  10. Cucilah tangan.
H. TABLET VAGINA TANPA APLIKATOR
Cara pemakaian :
1.    Cucilah tangan.
2.     Buka kemasan tablet .
3.    Celupkan tablet kedalam air hangat-hangat kuku, sekedar  untuk membasahkannya.
4.    Berbaringlah terlentang , tekuk lutut dan mengangkanglah.
5.    Perlahan-lahan masukkan tablet  ke dalam vagina sejauh mungkin, jangan dipaksa.
6.    Cucilah tangan.
I. OBAT SEMPROT HIDUNG
Cara pemakaian :
  1. Bersihkan hidung.
  2. Duduk dengan kepala sedikit menunduk.
  3. Kocoklah obat semprotnya.
  4. Tekan ujung botol penyemprot rapat-rapat k salah satu lubang hidung. Arahkan ujung penyemprot miring ke depan.
  5. Tutup lubang hidung yang lain dan tutup mulut.
  6. Tariklah nafas perlahan-lahan dan semprotkan obat kuat-kuat dengan memencet botolnya.
  7. Keluarkan ujung penyemprot dari hidung dan tundukkan kepala dalam-dalam (kepala diantara dua lutut).
  8. Duduk tegak kembali, dan biarkan obat mengalir turun ke dalam faring.
  9. Ulangi prosedur di atas untuk lubang hidung yang lain.
  10. Bersihkan ujung penyemprot dengan air hangat.
Sumber :
Indonesia, Departemen Kesehatan, 1996., Kompendia Obat Bebas Terbatas, Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan. Jakarta .
H.T.Tan. Drs &  Rahardja Kirana Drs, 1993, Swamedikasi Cara –Cara Mengobati Gangguan Sehari-Hari Dengan Obat Bebas Sederhana, Jakarta.
SEMOGA BERMANFAAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar